top of page
  • Gambar penulisDoddy Hidayat

Kaluku AgTech goes to Nabire

Diperbarui: 4 Mar 2022

Dalam rangka mewujudkan visi sebagai penyedia solusi pengembangan ekosistem kelapa di Indonesia, tim inovasi pengembangan budidaya kelapa akan bertolak menuju kampung Nifasi salah satu desa penghasil kelapa di kabupaten Nabire Papua.



Papua potensi kelapa terpendam

Provinsi Papua mempunyai potensi luas lahan untuk perkebunan yang sungguh fantastis. Menurut data pertanian pemerintah provinsi Papua, terdapat 5 juta hektar potensi lahan dan hingga hari ini baru tergarap 2% - 3% dari total potensi lahan atau 120.000 hektar, 98.000 hektar berupa perkebunan rakyat - sisanya merupakan garapan swasta korporasi berupa plantation kelapa sawit, kakao, kopi dan beberapa komoditi rempah.


Untuk produksi kelapa yang merupakan tanaman origin nampaknya belum dilirik oleh pihak pengelola swasta. Kelapa masih berputar disekitar perekonomian pedesaan dengan potensi nilai tambah tertinggi pada produksi kelapa utuh dan kopra mentah.


Melihat fakta yang ada, Bupati kabupaten Nabire, Mesak Magai menyadari hal tersebut dan berupaya optimal untuk menjadikan kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan daerah bagi peningkatan kesejahteraan petani dan pendapatan daerah.


Workshop pengembangan potensi nilai tambah petani kelapa


Setelah kunjungan rombongan Dinas Perindustrian kabupaten Nabire yang dipimpin oleh bapak Zeth Kambora ke sentra industri kecil menengah mikro di Palu dan Parigi Moutong Sulawesi Tengah beberapa waktu yang lalu, Kaluku AgTech diberikan kehormatan untuk mengadakan kunjungan balasan sekaligus menyelenggarakan workshop bagi petani kelapa di Kampung Nifasi Worbak Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.


Peluang Kaluku AgTech Goes to Nabire ini akan dimanfaatkan sekaligus sebagai sosialisasi program pengembangan ekosistem berkelanjutan kelapa sebagai salah satu misi Kaluku AgTech yaitu REVOLUSI KELAPA, menuju Indonesia Raja Kelapa Dunia.



41 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

تعليقات


bottom of page